PENANGANAN PANGAN BEKU



Dengan kesibukan ibu sebagai penanggung jawab pangan keluarga, terutama yang menjadi wanita karier, bahan pangan selalu dibeli sekaligus dalam jumlah yang banyak untuk menghemat waktu belanja. Oleh karena itu, keberadaan kulkas telah menjadi kebutuhan pokok untuk rumah tangga modern.

Salah satu bahan pangan yang sering tersedia pada kulkas yaitu pangan beku (frozen food), baik berupa bahan baku seperti daging dan ikan ataupun berupa bahan olahan pangan seperti nugget, sosis, dan bakso. Dengan alasan kemudahan dalam menyajikan menjadikan produk pangan beku pilihan praktis untuk ibu modern. Apalagi anak – anak sekarang sangat menyukai produk tersebut.

Pada prinsipnya, pembekuan dapat menjadi salah satu metode menjaga keamanan produk pangan yang efektif. Penurunan suhu mendorong mikroba untuk masuk ke dalam fase dorman dan tidak mampu tumbuh, sehingga tidak memungkinkan untuk beraktivitas. Namun demikian, penanganan produk beku selama berada dalam rantai pangan harus diperhatikan dengan baik. Jangan sampai terjadi temperature abuse, yang “membangunkan” mikroba.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para ibu, terutama terkait mutu dan keamanan pangan produk pangan beku antara lain :

Pemilihan dan penanganan bahan
Sebelum memasukkan bahan kedalam lemari pendingin atau pembeku, pastikan semuanya telah sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan, termasuk memiliki umur simpan yang sesuai dengan kebutuhan. Selama menangani bahan tersebut, pastikan kebersihan tangan dan peralatan terutama yang kontak langsung diperhatikan. Produk yang masuk kulkas sebaiknya juga dalam kondisi bersih supaya tidak menjadi sumber kontaminasi. Produk harus disimpan dengan sistem first in first out (pertama masuk pertama keluar). Pastikan bahan kemasan produk mampu menutup rapat produk pangan beku untuk menjaga kualitas bahan.

Perawatan freezer/refrigerator
Setelah produk, para ibu juga perlu memperhatikan kondisi tempat penyimpanannya. Ruangan yang tersedia harus memiliki kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan. Jika kapasitas penyimpanan terlalu kecil, jangan memaksakan
jumlah yang besar, sehingga dapat menyebabkan overload. Kelebihan penyimpanan dapat menimbulkan masalah tersendiri, terutama risiko kejadian temperature abuse. Penyimpanan antara produk jadi dan bahan mentah juga harus dipisahkan. Jadi sesuaikan kapasitas penyimpanan dengan belanja mingguan atau bulanan para ibu.

Kebersihan ruang penyimpanan.
Lakukan pembersihan secara rutin supaya tidak menimbulkan kontaminasi silang. Buang bahan - bahan yang ternyata sudah kedaluwarsa atau tidak terpakai.

Thawing (pencairan) yang tepat
Ketika produk telah disimpan dengan baik, tetap saja akan menghasilkan produk yang buruk jika proses thawingnya tidak tepat. Mikroorganisme dapat tumbuh dengan baik setelah proses thawing. Oleh sebab itu, thawing juga harus melewati perencanaan yang matang. Terdapat beberapa teknik yang bisa digunakan untuk thawing, diantaranya dengan menggunakan microwave atau dengan menempatkannya dalam suhu refrigerator. Produk yang sudah dithawing sebaiknya tidak dibekukan lagi. Oleh karena itu, kemaslah pangan yang akan dibekukan sesuai dengan porsi memasak sehingga setelah di thawing langsung digunakan.

Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan pangan beku (frozen food). Semoga bermanfaat.

Oleh               : Zuni Fitriyantini, S.TP.
Sumber          :
Felanesa,  Lira. 2016. Fakta Seputar Pembekuan. Kulinologi Indonesia Edisi Mei 2016
Felanesa,  Lira. 2016. Perhatikan Hal Berikut Ketika Menggunakan Produk Beku. Kulinologi Indonesia Edisi Mei 2016

KWT DAHLIA

Merupakan kelompok wanita tani berlokasi di Dukuh Kebonwaru, Desa Pujut, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, yang berkomitmen untuk memanfaatkan tanah pekarangan di sekitar rumah mereka sebagai lahan pertanian.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar Anda!