Tempe,
si putih nan lezat ini tentu sudah tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia. Dari
ujung barat sampai ujung timur tidak ada yang tidak mengenalnya, dikonsumsi
oleh semua kalangan masyarakat. Aneka macam olahan tempe dapat ditemukan
diberbagai daerah. Bahkan ada yang merasa menu hariannya tak lengkap tanpanya.
Itulah kedudukan tempe di hati rakyat Indonesia.
Kita
pantas berbangga diri karena tempe memang produk olahan kedelai yang asli dari
Indonesia telah mendunia. Bahkan ada warga negara Inggris yang sukses berjualan
tempe di negerinya. Rasanya yang khas dan dapat diolah menjadi berbagai macam
masakan nan lezat telah membuat tempe disukai banyak orang. Belum lagi
kandungan proteinnya yang tinggi menjadikan tempe sebagai salah satu sumber
protein nabati yang penting pada menu harian masyarakat. Selain itu tempe juga
mengandung kelompok vitamin B, khususnya riboflavin, niacin, vitamin B6 dan
vitamin B12.
Selain
kelezatannya, ternyata tempe menyimpan berbagai manfaat untuk kesehatan. Apa
saja manfaatnya ? mari kita bahas satu per satu.
Tempe mencegah osteoporosis
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tempe dapat menyediakan kalsium yang siap tersedia.
Hal ini tentu sangat bermanfaat untuk para manula terutama wanita dengan resiko
pengurangan massa tulang. Penemuan ini juga menunjukkan bahwa tempe merupakan
sumber kalsium yang bagus dari produk selain susu.
Dengan
asupan pangan tinggi kalsium maka gejala osteoporosis dapat dicegah atau
diperlambat. Selain itu, kandungan isoflavon pada tempe memiliki fungsi seperti
estrogen, sehingga diharapkan dapat meringankan gejala osteoporosis setelah
menopause.
Tempe Mencegah dan Mengobati Penyakit Kardiovaskular
Kedelai
juga selama bertahun – tahun diketahui memiliki efek hypocholesterolaemic. Isoflavon diketahui mampu menekan serangan arteriosklerosis karena dapat
meningkatkan metabolisme lipid / lemak seperti menurunkan kolesterol. Efek hypocholesteraemic mungkin karena
kandungan protein, serat, karotenoid, sitosterol, isoflavon, kalcium, lesitin,
niasin, and atau asam lemak tak jenuh pada tempe.
Tempe Mengandung Anti
Oksidan Tinggi
Potensi
manfaat kesehatan lain dari tempe juga telah diteliti. Hal tersebut mencakup
glikolipid tempe yang menghambat perkembangbiakan sel tumor. Fermentasi kedelai
juga meningkatkan kapasitas antioksidan dengan melepaskan zat anti oksidan kuat
melalui tranformasi flafonoid.
Tempe Melawan Diare
Aktivitas
anti bakteri pada tampe khususnya melawan beberapa bakteri gram positif seperti
Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Streptococcus dan
Clostridium spp telah dilaporkan pada awal 1960. Penelitian lebih lanjut
menunjukkan aktivitas anti bakteri tempe disebabkan oleh komponen proteinaceous yang dilepaskan pada waktu
fermentasi kacang kedelai.
Suplementasi
tempe pada diet mampu mengurangi durasi dan keparahan diare pada anak. Dapat
disimpulkan bahwa tempe memiliki manfaat pada manajemen diare dan
berpengaruh positif terhadap gizi. Beberapa
peneliti menyarankan tempe dapat digunakan sebagai suplemen gizi untuk terapi
rehidarsi oral dan mempercepat penyembuhan anak kecil yang lebih beresiko
terserang diare dan malnutrisi.
Demikian
pembahasan tentang tempe, menu harian kita yang ternyata mengandung segudang
manfaat bagi kesehatan. Semoga bermanfaat.
Oleh : Zuni
Fitriyantini, S.TP.
Sumber :
Nuraida,
Lilis. 2015. Health
Benefits of Tempe. Umami Indonesia Edisi 3 Vol III 2015

No comments:
Post a Comment
Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar Anda!