TIPS AMAN KONSUMSI MI INSTAN



Mi instan menjadi salah satu menu andalan ibu dirumah pada waktu darurat. Hampir setiap ruah tangga selalu meiliki stok mi instan di lemari dapurnya sebagai pangan darurat. Dengan harga yang murah meriah, mudah didapat dan aneka pilihan rasa yang menggugah selera tak dipungkiri lagi produk pangan olahan ini selalu laris manis di pasaran. Akan tetapi, benarkah mengonsumsi mi instan bisa berbahaya bagi tubuh ? mari kita bahas lebih lanjut.

Dampak mengonsumsi mi bagi kesehatan tubuh
Mi adalah pangan sumber karbohidrat dan protein sebagaimana nasi, sehingga bagi orang yang tidak makan nasi, maka mi bisa menjadi alternatif penggantinya. Aspek keamanan mi perlu mendapat perhatian, karena ada produsen di pasar yang menggunakan formalin pada mi basah sehingga mi tersebut lebih awet. Mi kering yang dalam kemasannya sudah mendapat ijin pemerintah, umumnya lebih aman. Mi instan, sama saja dengan mi kering, dapat dikatakan aman untuk dikonsumsi.

Yang perlu diperhatikan dari segi gizi bila mengonsumsi mi instan
Jika memilih mengonsumsi mi instan atau produk kemasan lain penting untuk memerhatikan kandungan gizi pada kemasannya. Yang paling dikhawatirkan adalah kandungan sodium dalam jumlah tinggi pada bumbu. Asupan sodium yang dianjurkan adalah 2400 mg per hari atau setara 6000 mg garam. Sodium ini bisa berasal dari mi instan, masakan di rumah yang memakai garam dll. Untuk produk produk lain, cermati pula kandungan lemaknya atau total kalori per sajian. Bagi orang-orang yang mengalami kegemukan, memerhatikan kandungan kalori dalam produk yang dibeli sangat penting. Kalori tidak hanya berasal dari lemak tetapi juga dari produk makanan yang manis-manis karena kandungan gula yang tinggi.

Zat gizi yang dapat dipenuhi dan harus dilengkapi ketika mengonsumsi mi instan
Kandungan utama dari mi adalah karbohidrat kemudian ada protein tepung (gluten), dan lemak, baik yang dari mi-nya sendiri maupun minyak sayur dalam sachet. Jika dilihat komposisi gizinya, mi memang tinggi kalori, tapi kurang zat-zat gizi penting lain seperti vitamin dan mineral. Mi instan sebaiknya dikonsumsi dengan tambahan sayur dan lauk-pauk sumber protein (telur), sehingga gizinya semakin lengkap. Kalau hanya mengonsumsi mi instan, maka ibarat kita mengonsumsi nasi tanpa tambahan apapun. Mengonsumsi nasi dengan lauk mi instant adalah tindakan yang kurang tepat karena nasi dan mi instant sama-sama sumber kalori.

Cara memanfaatkan mi agar sesuai dengan konsep gizi seimbang dan Bahan makanan apa yang sesuai untuk melengkapinya
Dengan bahan baku terigu yang kandungan kalorinya setara beras dan proteinnya bahkan lebih tinggi, maka mi instant benar-benar dapat menjadi pengganti nasi. Hanya saja karena mi instant rasanya sudah enak, maka orang lupa menambahkan lauk dan sayuran secara cukup. Oleh sebab itu untuk menjaga keseimbangan gizi perlu selalu menyertakan sebutir telur plus sayuran ke dalam mi instant yang kita rebus. Setelah makan mi instant, makanlah jeruk atau apel untuk melengkapi gizi mi instant yang baru dikonsumsi. Buah dan sayur adalah sumber vitamin dan mineral yang berguna untuk menjaga agar proses pencernaan makanan berlangsung sempurna.

Kandungan gizi dari sayur, jamur, dan daging ayam kering pada pelengkap mi instan
Proses pengeringan pada beberapa makanan menyebabkan perubahan gizi. Sebagai contoh: kandungan kalori umumnya tidak berubah, demikian juga serat. Vitamin A termasuk vitamin yang relatife awet, jadi tidak banyak berubah. Vitamin C yang ada dalam sayuran banyak yang
rusak selama glansir maupun pengeringan. Tiamin, riboflavin, dan niasin akan hilang sebagian saat glansir, namun bila airnya yang dipakai untuk rehidrasi ikut dikonsumsi maka vitamin-vitamin tersebut relatif bisa tetap masuk dalam tubuh kita. Zat bisa tidak banyak rusak dalam proses pengeringan.

Dampak fortifikasi terhadap kandungan gizi mi instan
Fortifikasi menggantikan zat gizi yang hilang dan membuat makanan jauh lebih bergizi tanpa mengubah rasa atau tampilannya. Dengan fortfikasi pada mi instant, kandungan gizinya menjadi lebih lengkap sehingga dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi.
Di dalam air rebusan mi justru terdapat banyak kandungan zat besi, zinc, vitamin, dan betakaroten yang dibutuhkan tubuh. Pada proses pembuatannya, mi instan mengalami proses fortifikasi, yaitu penambahan zat gizi dan vitamin yang diperlukan tubuh. Saat perebusan itulah sebagian kandungan zat gizi larut air perpindah ke air rebusan. Jadi, jika kuah tersebut dibuang gizinyapun akan berkurang atau hilang.

Bahaya Mengonsumsi Mi Instan Setiap Hari
Satu sajian dari sebungkus mi instan diketahui mengandung bahan pengawet Natrium Benzoat sebanyak 0,35 mg/Kg BB dan Natrium Metabisulfit sebanyak 0,4 mg/Kg BB. Dilihat dari kandungan bahan pengawetnya saja berdasarkan data nilai ADI yang dipaparkan di atas, sebungkus mi instan aman untuk dikonsumsi. Namun, bagaimana jika seseorang mengonsumsi mi instan tiga kali sehari? Kita kalikan jumlah bahan pengawet pada satu bungkus mi instan dengan 3 kali konsumsi. Hasilnya, seseorang tersebut telah mengonsumsi bahan pengawet Natrium Benzoat sebanyak 1,05 mg/Kg BB dan Natrium Metabisulfit sebanyak 1,2 mg/Kg BB dalam sehari. Perlu diingat kembali bahwa batas maksimal asupan harian yang diperbolehkan untuk bahan pengawet Natrium Benzoat sebanyak 0,5 mg/Kg BB dan Natrium Metabisulfit sebanyak 0,7 mg/Kg BB.

mi instan menggunakan lilin sehingga lilin larut ketika perebusan dan air rebusan menjadi kuning?
lilin tidak digunakan sama sekali dalam pembuatan mi instan, minyak yang muncul merupakan sisa dari deep frying. Deep frying merupakan cara pengawetan menggoreng bahan dalam minyak panas, karena itu masih tersisa minyak hasil penggorengan.
Demikian pembahasan panjang lebar tetang Mi instan. Mi memang dapat meredam rasa lapar, namun makanan cepat saji ini tidak dapat menggantikan nutrisi yang diperlukan tubuh, ditambah lagi bumbu pelengkap buatan dan pengawet kimia yang digunakan dapat membahayakan kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Semoga bermanfaat.

Oleh : Zuni Fitriyantini S.TP.

Sumber :
Anonim. Bahaya BTP (Bahan Tambahan Pangan) pada Mi Instan. 20 April 2018. www.pom.go.id
Anonim. Mitos dan Fakta Mi Instan.20 April 2018. www.fkm.ui.ac.id.
Khomsan, Ali. 2015. Tips Sehat mengonsumsi mi . Kulinologi Edisi 08 Vol VII 2015. PT Media Pangan Indonesia. Bogor.
Khomsan, Ali. 2016. Mi dan Kesehatan. Kulinologi Edisi 08 Vol VIII Juni 2016. PT Media Pangan Indonesia. Bogor.

KWT DAHLIA

Merupakan kelompok wanita tani berlokasi di Dukuh Kebonwaru, Desa Pujut, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, yang berkomitmen untuk memanfaatkan tanah pekarangan di sekitar rumah mereka sebagai lahan pertanian.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar Anda!