TIPS MEMASAK SAYURAN



Sayuran mengandung berbagai zat gizi mikro dan komponen bioaktif. Teknik pengolahan yang kurang tepat dapat merusak khasiat dan manfaat yang dimilikinya. Oleh sebab itu, diperlukan good practices untuk mempertahankan mutu gizi sayuran. 

Sebagian besar sayuran biasanya dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Proses pemasakan dapat menyebabkan perubahan signifikan terhadap komposisi kimia, mempengaruhi konsentrasi dan biovailabilitas dari komponen aktif sayuran.

Sifat fisik sayuran bisa berubah karena adanya perlakuan panas. Tekstur dan warna merupakan parameter yang sangat penting untuk dipertahankan. Memasak sayuran menyebabkan penurunan kualitas warna dan tekstur.

Banyak teknik yang bisa digunakan. Namun, teknik memasak terbaik adalah metode yang dapat mempertahankan secara maksimal kandungan gizi yang terdapat dalam sayuran, termasuk kandungan antioksidan serta komponen bioaktif lainnya. Menurut Jimenez -MONREAL et al. (2009), teknik memasak pada penggorengan datar tanpa minyak (griddling) dan microwave dapat mempertahankan secara maksimal kandungan antioksidan dalam sayuran. Berikut beberapa metode memasak sayuran yang sering digunakan oleh dunia kuliner.

Memasak dengan sedikit minyak


Istilahnya di Indonesia adalah menumis. Menumis adalah cara cepat dan mudah untuk memasak sayuran. Menumis dapat mempertahankan kandungan vitamin dan mineral juga rasa dan warna sayuran seoptimal mungkin. Metode ini sangat cocok untuk sayuran bertekstur lunak seperti asparagus, baby artichokes, bawang bombai, jamur, dan paprika.

Agar matang sempurna dan meminimalkan waktu memasak, sebaiknya potong sayuran dalam ukuran untuk sekali gigit. Panaskan pan terlebih dahulu kemudian tambahkan sedikit minyak. Tunggu minyak hingga agak berkilau (panas) baru kemudian masukkan sayuran dan masak hingga kematangan yang diinginkan.

Merebus


Metode ini banyak digunakan para ibu dan Chef dalam mengolah sayuran. Jika ingin mempertahankan flavor dan sensasi ‘kres’ sayuran seperti pada brokoli dan buncis, saat memasak tunggu air hingga mendidih, masukkan sayuran dan masak sebentar. Cara ini dinamakan blanching. Cara lain yang dapat digunakan adalah merebus sayuran dengan sedikit air dan api kecil. Teknik slow cooking tersebut cocok untuk memasak kentang, kacang merah, atau sayuran berumbi. Masak hingga beberapa saat hingga keempukan yang dinginkan. Menambahkan sedikit garam pada rebusan sayuran akan meningkatkan flavor sayuran, namun jangan berlebihan.

Severi et al., dalam European Journal of Cancer Prevention (1997) menyebutkan bahwa memasak buah dan sayuran dengan melibatkan air memiliki potensi besar menimbulkan kehilangan vitamin dan mineral. Hilangnya vitamin dan mineral saat merebus sayuran lebih dikarenakan terjadinya proses ektraksi zat gizi ke dalam cairan. Potasium adalah salah satu mineral sayuran yang mudah larut/hilang saat proses merebus. Sedangkan menurut Jimenez´-Monreal et al., (2009), merebus dapat menurunkan level antioksidan pada hampir 20 jenis sayuran yang diteliti. Kacang polong, kembang kol, dan zukini kehilangan level antioksidan hingga 50%. Kehilangan hingga 30-50% pada brokoli, bayam, bawang putih, wortel dan buncis. Sedangkan artichoke, terong dan bawang bombai mampu mempertahankan kandungan antioksidannya setelah direbus.

Roasting dan Grilling

 Cara ini banyak digunakan saat mengolah asparagus, labu dan bawang bombai. Caranya, letakkan sayuran dalam baking sheet dan perciki dengan sedikit minyak sayur. Panaskan dalam oven bersuhu 400oC. Tingginya suhu dapat mempercepat proses memasak dan terjadinya proses karamelisasi gula pada permukaan sayuran, dan metode ini akan menghasilkan tekstur crunchy dan rasa manis. Metode memanggang dapat mempertahankan tidak hanya kandungan vitamin dan mineral, tetapi juga membantu pembentukan flavor. Sama seperti roasting, metode grilling juga dapat menciptakan flavor dan karamelisasi pada permukaan sayuran, memberikan tekstur krispi dan rasa manis. Cocok untuk mengolah jagung, paprika, zukini, labu, bawang bombai, dan kentang. 

Mengukus


Mengukus adalah metode yang paling disarankan untuk mengolah sayuran. Mengukus sayuran adalah cara memasak dimana sayuran tidak ‘menyentuh’ air secara langsung. Mengukus dapat mempertahankan secara maksimal kandungan vitamin dan mineral sayuran. Banyak jenis sayur yang cocok dimasak dengan menggunakan metode ini, seperti brokoli, wortel, kembang kol, buncis, bayam, dan sayuran lain yang lunak. Untuk memperkaya flavor, sebatang kayumanis, sereh, atau jahe dapat ditambahkan saat mengukus sayuran.

Oleh : Zuni Fitriyantini, S.TP.

Referensi :
Jimenez -MONREAL A. M., L. Garc´Ia-Diz, M. Mart´Inez-Tome´, M. Mariscal, And M. A. Murcial. Influence of Cooking Methods on Antioxidant Activity of Vegetables. Journal of Food Science, 2009; 74 (3): H97 DOI:10.1111/j.1750- 3841.2009.01091.x
Severi, S., G. Bedogni, A.M. Manzieri, M. Poli and N. Battistini. Effects of cooking and storage methods on the micronutrient content of foods. European Journal of Cancer Prevention 1997.6 (suppl 1):521-524
Cristiana Miglio, Emma Chiavaro, Attilio Visconti, Vincenzo Fogliano, and Nicoletta Pellegrini. Effects of Different Cooking Methods on Nutritional and Physicochemical Characteristics of Selected Vegetables. Journal Agricultural and Food Chemistry, 2008, 56 (1), pp 139–147. DOI:10.1021/ jf072304b

KWT DAHLIA

Merupakan kelompok wanita tani berlokasi di Dukuh Kebonwaru, Desa Pujut, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, yang berkomitmen untuk memanfaatkan tanah pekarangan di sekitar rumah mereka sebagai lahan pertanian.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar Anda!